menyebutkan para seniman ini merupakan asset dari Tabanan sendiri.
Muder menjelaskan, untuk tahap pertama sudah cair. Tahap pertama itu merupakan
konsep, prasarana awal dan beberapa hal lainnya.
Advertisement
Kemudian untuk honor seniman saat ini sudah diajukan pihak Dinas Kebudayaan sudah
mengajukan anggarannya ke Badan keuangan Daerah (Bakedua) Tabanan. Namun,
kemungkinan karena kondisi saat ini keuangan daerah masih belum stabil akhirnya
belum cair. Intinya kita harus hati-hati mengenai anggaran ini agar nantinya tidak terjadi
permasalahan hukum di kemudian hari.
“Untuk tahap III ini atau untuk honor seniman kita sudah amprahkan ke keuangan
(Bakeuda) untuk selanjutnya dicairkan langsung ke para seniman."
"Kita juga memaklumi anggaran daerah seperti apa, karena kita memang terus
koordinasi dengan Bakeuda. Tapi kita tetap menuntut hak kita untuk diberikan kepada
seniman ini karena prosesnya sudah jalan, artinya para seniman sudah pentas,”
tandasnya.
Pihaknya juga memohon maaf dan permakluman kepada seluruh seniman yang ada agar
memahami kondisi saat ini.
Dinas Kebudayaan sudah sangat berupaya untuk memperjuangkan agar honor seniman
segera cair.
“Dana ini harus kita pertahankan dan diberikan. Sehingga setelah ini kita minta kepada
koordinator masing-masing sekaa agar segera menyampaikan kepada seluruh
anggotanya terkait kondisi seperti ini. Karena kita ketahui anggaran tersebut tak
dipegang langsung oleh Dinas Kebudayaan tapi nanti akan langsung dicairkan lewat
rekening masing-masing penerima,” jelasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Tabanan
% Halaman sebelumnya
Halaman
1
Sumber: Tribun Bali
2
3
Tampilkan semua