Tengah Pentas, Teater Selembayung Diusir dari Ruang Rapat Paripurn... 2 of 6 https://www.pojokseni.com/2023/08/tengah-pentas-teater-selembayung-... Sutradara dan pimpinan Lembaga Teater Salembayung Riau, Fedli Aziz menceritakan pada Pojok Seni kronologi lengkap kejadiannya. Awalnya, grup yang dipimpinnya diberi kesempatan untuk pentas sebelum Rapat Paripurna HUT Riau ke-66. Adalah anggota dewan, Eddy M Yatim yang memberikan kesempatan tersebut dengan meminta pada Bagian Umum DPRD Riau selaku panitia pelaksana, pada awal bulan Juli. Hasilnya, Lembaga Teater Salembayung dijadwalkan akan pentas di acara inti sidang paripurna, tepat setelah tari persembahan. Teater Salembayung mementaskan Opera Tun Fatimah dengan melibatkan aktor yang beberapa di antaranya juga berusia belia. Opera Tun Fatimah adalah sebuah lakon berlatar sejarah di Riau, yang menceritakan arogansi Mahmud l yang membunuh ayah, ibu dan suami Tun Fatimah. Kejadian tersebut berlatar abad ke-16, atau sekitar tahun 1511. Latihan digelar sejak bulan Juli, dan dipersiapkan agar bisa tampil sebaik mungkin. Sambil proses latihan, Teater Salembayung juga terus berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan melakukan rapat bersama dalam beberapa pertemuan. Kemudian, beberapa waktu sebelum hari rapat paripurna, Teater Salembayung diminta untuk tidak pentas di acara inti karena dianggap akan mengganggu kesakralan acara tersebut dan berbagai acara lainnya. Hasilnya, Teater Salembayung diminta pentas di sebelum acara inti, atau sebelum rombongan Gubernur Riau dan pimpinan rapat masuk ke ruangan. Teater Salembayung diminta untuk datang pagi-pagi sekali dan pentas ketika tamu masih satu per satu berdatangan. ' " # $ 1 ) 3 + % #4 3 7% + 3 7 Sampai di hari yang ditentukan, tim dari Teater Salembayung datang ke lokasi untuk bersiap menggelar pertunjukan. Awalnya, Salembayung diminta langsung tampil saat tiba. Namun, karena gedung tersebut masih kosong, Fedli meminta untuk menunda waktu pertunjukan. "Untuk apa kami tampil hanya ditonton jejeran kursi kosong?" kata Fedli. Kemudian, ketika satu per satu tamu berdatangan, Fedli mempertanyakan apakah sudah bisa tampil saat itu. Hal tersebut ditanyakannya pada pihak penanggung jawab, MC, dan bagian Umum DPRD Riau. Menurut keterangan Fedli, saat itu panitia berada di luar gedung dan tidak ada yang mempedulikan grup mereka. "Saya tanyakan apakah jadi kami tampil? Mereka bilang, 'Terserah!'," jelas Fedli. Fedli kemudian mengambil microphone dan memulai pertunjukannya. Menurut Fedli, saat itu anak-anak sudah menunggu lama untuk pentas, dan panitia sudah tidak peduli dengan mereka 09/10/23 08.26

Select target paragraph3