Khusus untuk Pasien OTG dan GR
“Kenapa sih seperti ini sekali menjadi seniman di Tabanan, seolah-olah tak dihargai.
Apalagi honornya hanya dapat sedikit dan belum dibayar."
"Bahkan pihak panitia sempat menyindir seniman juga diminta untuk ngayah tanpa
bayaran. Itu dari panitia bukan dari Dinasnya,” ungkapnya.
Advertisement
Sehingga dengan kondisi tersebut, para seniman meminta kepada pihak panitia dan
Dinas Kebudayaan untuk memberikan solusi.
Para seniman di Tabanan juga tidak menginginkan adanya gesekan karena masalah
honor, dan sebaiknya disampaikan secara benar dan jelas.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan, I Wayan Muder
mengakui memang benar honor para seniman atau penabuh di Tabanan belum
dibayarkan.
Hal itu karena kondisi dan situasi saat ini yang masih pandemi.
Jika penerimaan honor h-1 atau h+1 tampil itu kan ketika dalam kondisi normal.
“Iya memang betul belum cair karena kita ketahui kondisinya saat ini. Tapi jika
membandingkan h-1 atau h-1 cair itu ketika kita dalam kondisi normal,” ungkap Muder.
Dia menjelaskan, sebenarnya pada tahun lalu anggaran ini sempat bermasalah.
Karena jika untuk di bidang kesenian, anggaran tersebut cair ketika kita melakukan
pementasan.
Namun karena ditunda akhirnya diminta untuk mengembalikan. Ini tidak ada yang salah,
karena diterpa pandemi ini jadi disebabkan oleh situasi dan kondisi saat itu.
Dia melanjutkan, dan untuk tahun 2021 anggarannya juga terjadi refocusing atau
pengurangan anggaran sehingga disesuaikan.
Artinya sejumlah titik anggaran terpaksa dilakukan penyisiran atau pengurangan namun
itu tak berpengaruh bagi honor para seniman Tabanan sendiri.
Halaman selanjutnya %