8/16/24, 10:43 PM
Patung Pahlawan Kok Dibuang Halaman 1 - Kompasiana.com
Banten adalah wilayah dengan penduduk yang beragama mayoritas
Program
Terpopuler
Terbaru
Headline
Topik Pilihan
islam. Cukup luas wilayahnya, dari laut sampai gunung tidak bisa
Kkn
Fiksiana
Komunitas
Halo Lokal
Humaniora
Cerita
Pemilih rendahnya
Inovasi berisi
Lyfe sawah
Money
New World
kita jelajahi
dalam 1 hari.
Dataran
yang luas.
Event
Olahraga
Ruang Kelas
Trav
Sepanjang mata memandang kita hanya akan melihat sawah dan
Advertisement
sawah.
Jika kita ingin melihat penduduk asli banten, warga banten yang
berbahasa jawa datang saja ke Kasemen, Tanara dan Tirtaysa. Wong
kasemen, wong tanara mereka mengatakan dirinya. Mereka dalam
bercakap-cakap umumnya menggunakan bahasa jawa dialek
banten tentunya.
Advertisement
Wajah-wajah suram para penghuni dan warga Kasemen lama bisa
kita jumpai dengan mudah. Di kota Banten lama dengan semua
peninggalan yang lusuh dan tua, rasanya waktu seakan berhenti
TERBARU
Yang Ada Dibawa : Konsep
Tasyakuran RT 11 yang
Isti Yogiswandani
0
disini. Pembangunan gudung-gedung tinggi tidak menyentuh
5 Manfaat Lidah Buaya untuk
Kecantikan Kulit yang Harus
wilayah sini, karena lebih berpusat di Kota Serang, di selatan.
Frans Leonardi
0
Menurut sejarah Sultan Ageng Tirtayasa atau pangeran Surya adalah
sultan banten ke-6. Dia menjadi sultan saat umur 20 tahun. Nama
dia diambil saat mendirikan keraton baru di dusun Tirtayasa.,
Sultan Ageng Tirtayasa berperang melawan anaknya Sultan Haji.
Sultan Haji mendapat bantuan dari Belanda di Batavia sedangkan
Korelasi Diabetes dan Obesitas
Nur Laili Cakraamiluhur
0
Konsep Tauhid dan
Kemerdekaan
Hamidullah Mahmud
0
Sultan ageng mendapat bantuan Inggris , yang berkantor di kota
Banten. Dalam perang saudara ini beliau kalah dan ditahan di
Batavia sampai meninggal. Mungkin sudah nasibnya, saat hidup
beliau malah berperang melawan puteranya yaitu Sultan Haji.
Gol Indah Gilbert Kapitan
Hantarkan SMAK Giovanni
Steven Saunoah
0
Setelah mati pun patungnya dibuang ke sungai.
Mungkin dendam keturunan Sultan haji masih ada sehingga tega
membuang patungnya ke sungai. Dimana-mana pemenang yang
menentukan segalanya. Pendirian patungnya akan terasa
menyakitkan baginya sehingga dengan alasan agama, patung itu
disingkirkan.
ARTIKEL UTAMA
Masih Lamakah, Pujaanku?
Halima Maysaroh
141
Serial "My Nerd Girl 3" Penuh
Intrik dan Teka-teki
Siska Fajarrany
509
Lapar adalah Maut
Abdul Haris
132
Begini Penampakan Terowongan
dan Daleman Proyek Stasiun
Rachmat Pudiyanto
513
Mengapa Aktivitas Bisnis
Melimpah tetapi Pertumbuhan
Amidi
178
https://www.kompasiana.com/ariefbudimanw/5be8528912ae945ad70c9e33/patung-pahlawan-kok-dibuang
3/6