11/19/24, 11:24 AM Menelisik Isu Pelecehan Di Festival Teater Jakarta 2024 peraturan batasan usia yang dibuat DKJ untuk FTJ. Upaya menggugat aturan oleh Joind, pada akhirnya berdampak pada pelaksanaan FTJ, di mana menurut cerita Perempuan, beberapa kelompok berupaya mendapatkan jadwal pentas di salah satu tanggal paling akhir lewat skema pengundian. Tanggal itu belum terundi, namun dibiarkan kosong oleh Panitia karena adanya ketidakjelasan status kepesertaan Sindikat Aktor Jakarta saat itu. Perempuan adalah pihak paling depan yang menggugat ketidaktegasan Panitia FTJ, sehingga terjadilah audiensi. Karena inisiatif itu pula, Perempuan berhadapan langsung dengan Joind Bayuwinanda yang agaknya, menurut penelusuran Validnews, mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk dari pelaku-pelaku teater yang berpartisipasi dalam FTJ. Gambaran kejadian di atas, sebelumnya sudah dikonfirmasi benar terjadi oleh beberapa pihak, termasuk pihak Perempuan, DKJ dan juga Panitia FTJ. Validnews juga telah berkomunikasi via pesan singkat dengan Joind Bayuwinanda, sayang yang bersangkutan tak berkenan untuk menyampaikan pernyataan atau sikap apapun. Dari gambaran itu pula DKJ kemudian mengumumkan pernyataan publik, yang salah satu poinnya adalah menganulir partisipasi Pelaku dan kelompoknya. Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi mengatakan bahwa Joind Bayuwinanda telah melanggar panduan FTJ yang dibuat DKJ tentang batasan usia. Sayangnya, tidak diantisipasi oleh Sudin Jakbar dan mitra pelaksana FTJ (INDRAJA). Klimaksnya, ketika yang bersangkutan menyerobot masuk ke dalam rapat panitia (tanpa undangan), hingga melontarkan pernyataan tak etis terhadap Perempuan. “Ketika dia datang ke FTJ dan merangsek ke ruang rapat panitia FTJ bersama Perempuan, itu kan jelas konteksnya. Sudah melanggar, kemudian berlaku tidak etis. Orang sedang rapat, tiba-tiba dia masuk ke ruangan rapat, padahal itu bukan ruangnya, sementara nadanya juga dinilai intimidatif,” ungkap Bambang kepada Validnews pada 5 November 2024. Bambang menilai, apa yang ditunjukkan Joind adalah bentuk ketidakpekaan terhadap isu gender dan perubahan generasi teater hari ini. Sebentuk arogansi atau relasi junior-senior dalam lingkar ekosistem teater yang terbiasa menggunakan cara dikte satu arah. Mentalitas seperti itu masih umum ada pada pelaku teater Indonesia, khususnya pada para pelaku teater di lingkaran FTJ. Hal itu pula yang disorot oleh Perempuan, yang ditunjukkannya lewat pengunduran diri dari FTJ. Harapannya, agar semua pihak bisa menyadari adanya urgensi ruang aman bagi perempuan di lingkungan FTJ. https://validnews.id/kultura/menelisik-isu-pelecehan-di-festival-teater-jakarta 5/7

Select target paragraph3