9/7/25, 7:34 AM
Rokhyat tentang Lukisan Tikus dalam Garuda, Akan Dipamerkan Lagi setelah 'Diamankan' - Halaman all - Banjarmasinpo…
SEBELUM DIAMANKAN - Seorang pengunjung sedang seksama memerhatikan lukisan 'Tikus dalam
Garuda' karya Rokhyat, yang dipamerkan di Badri Gallery, Banjarmasin pada pertengahan Februari
2025. Lukisan tersebut kemudian 'diamankan'. (Badri Galery untuk Banjarmasin Post)
“Saya membayangkan diri saya berpakaian armor garuda, lalu mulai menuangkannya ke
kanvas," kata Rokhyat.
Menjadi viral bukan hal yang ia rencanakan. Bahkan, Rokhyat tak menyangka lukisannya
akan memancing begitu banyak tafsir. Ada yang menganggapnya kritik sosial, ada pula
yang melihatnya sebagai penghormatan terhadap garuda itu sendiri.
“Kalau ada yang menafsirkan negatif, silakan saja,” ucapnya santai. “Yang bicara adalah
kanvas, yang menafsirkan ya kalian sendiri.”
Tikus dalam lukisan itu mengenakan armor atau pakaian perang berbentuk garuda.
Rokhyat mengaku terinspirasi dari anime Battle Through the Heavens, di mana seorang
karakter bernama Xiao Yan mengenakan sayap dan baju zirah yang gagah. Dari sanalah ia
mulai berandai-andai.
“Ada seseorang yang merasa sakit hati dan dilecehkan. Suatu saat, ia ingin terlihat gagah.
Maka, ia mengenakan sesuatu yang dianggap gagah,” jelasnya.
“Kalau saya bukan pelukisnya, mungkin saya juga akan menafsirkan seperti itu. Tapi, ya
terserah kalian mau melihatnya bagaimana,” tambahnya.
Kurator Badri sendiri punya pandangan berbeda. Baginya, garuda dalam lukisan ini tetap
terlihat gagah. Bahkan, ia justru menyoroti warna putih yang digunakan pada armor tikus.
“Biasanya kalau menggambarkan tokoh jahat, warna yang dipilih hitam. Ini justru putih.
Tafsirnya bisa macam-macam,” ujarnya.
Sebagai seniman, Rokhyat tak mau karyanya dipandang hanya sebagai sensasi semata.
Ia dan Badri sepakat bahwa pameran ini harus tetap berpegang pada marwah seni rupa.
“Kami tidak mengundang siapa pun, karena yang memanggil orang adalah karyanya
sendiri,” kata Badri.
Di pameran ini, ada 16 karya yang dipajang, diambil dari perjalanan panjang Rokhyat
selama 20 tahun, sejak 2004 hingga 2024. Beberapa di antaranya adalah Panen Raya,
Petarung Terakhir, dan Cupang. Namun, di luar dugaan, justru lukisan Anting Nini yang
menarik perhatian banyak pengunjung.
Antusiasme terhadap pameran ini tak main-main. Setiap hari, sekitar 50 orang datang,
bahkan ada yang mengaku dari Solo dan Makassar dan hendak melihat karya-karya
https://banjarmasin.tribunnews.com/2025/02/23/rokhyat-tentang-lukisannya-tikus-dalam-garuda-akan-dipamerkan-lagi-setelah-diamank…
3/5