Bulan Film Nasional batal digelar usai terhalang izin Jakpro — TFR 2 of 4 https://tfr.news/berita/id/bulan-film-nasional-batal-digelar Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Di samping itu, belum ada Peraturan Gubernur yang diresmikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang berkaitan dengan subsidi, sebagaimana permintaan dari Jakpro. Alhasil, menurut keterangan resmi DKJ (30/3), kejadian ini menjadi puncak, “gunung es dari masalah tata kelola TIM yang bisa berdampak bagi ekosistem kesenian” secara luas jika tak segera dibenahi. Sebagai informasi, Jakpro merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah Pemprov DKI. Baca juga: DKJ resmikan mekanisme kurasi program aktivasi Taman Ismail Marzuki Baru Permintaan Jakpro dan ketidakmungkinan pemenuhannya BFN merupakan program dari DKJ yang menjadi bagian dari perayaan Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret tiap tahun, dan pertama kali dicanangkan pada 2006 silam. Tahun ini, BFN rencananya digelar sebagai wadah pemutaran sekitar 15 hingga 20 film pendek, dokumenter, dan film panjang yang mewadahi industri sinema. Akan tetapi, beberapa hari sebelum acara digelar, Jakpro selaku pengelola penggunaan fasilitas TIM meminta BFN 2023 digelar dengan memenuhi tiga skema. Pertama, membayar uang sewa. Kedua, menerapkan sistem bagi hasil. Terakhir, diiringi surat rekomendasi Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI untuk subsidi ruang yang dikeluarkan. Namun, hal itu tidak bisa dipenuhi karena tidak ada pengajuan dana sewa dalam anggaran program BFN 2023 yang telah dikeluarkan di semester kedua 2022. Pasalnya, selama 2022, penggunaan ruang TIM tidak pernah dikenakan biaya sewa dan tidak ada konfirmasi dari Jakpro mengenai kebijakan terbarunya. Pilihan bagi hasil juga tidak bisa dipenuhi karena BFN ialah kegiatan nirlaba tanpa menarik keuntungan. Lalu, soal subsidi ruang juga tidak bisa dilakukan lantaran Pergub Subsidi yang digodok sejak 2022 belum dikeluarkan. Bila subsidi digunakan, Pemprov DKI/Disbud DKI akan dianggap berutang kepada Jakpro. Komite Film DKJ desak Gubernur DKI Jakarta ambil tindakan soal tata kelola TIM 22/05/23 14.48

Select target paragraph3