Para seniman di Bali, khususnya Tabanan pun mempertanyakan hal tersebut padahal
untuk PKB telah dianggarkan sebelumnya.
Advertisement
Dinas Kebudayaan Tabanan pun memohon maaf dan mengakui pihaknya telah
mengajukan anggaran ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan namun belum bisa
cair kemungkinan karena kondisi keuangan daerah yang lagi kosong.
Bahkan, karena kondisi ini sejumlah seniman perang status di media sosial dengan
pihak panitia.
“Kita para penabuh belum mendapat honor hingga saat ini. Kalau biasanya h-1 sebelum
atau sesudah tampil sudah diberikan. Bahkan akibatnya sampai seniman ini perang
status di sosial media dengan pihak panitia,” kata salah satu Seniman Tabanan yang
Namanya tidak ingin disebutkan saat dikonfirmasi.
Baca juga: BOR Rumah Sakit di Tabanan Sudah 76,5 Persen, BRSU Tabanan Sempat
Rawat Pasien Covid-19 di Ruang IGD
Menurutnya, selama ini pihaknya belum menerima informasi secara resmi dan jelas
terkait keterlambatan ini.
Bahkan, pihak panitia hanya menyatakan belum ada anggaran dan diminta menunggu.
“Dari Dinas belum kita konfirmasi karena itu kan ranahnya dari panitia. Tapi dari panitia
hanya mengatakan belum ada anggaran saja tanpa dijelaskan secara rinci kenapa
sebabnya dan bagaimana,” ungkapnya.
Menurutnya, pihak panitia seharusnya menjelaskan kepada para seniman terkait
mekanisme pencairan anggarannya tersebut.
Jika memang belum ada anggaran, bagaimana prosesnya dan kendalanya seperti apa.
Mungkin penyampaiannya bisa dilakukan secara langsung mengundang para penabuh.
Baca juga: Proses Registrasi Kebun, Tabanan Akan Ekspor Salak Gula Pasir ke Dua
Negara Tetangga
“Contohnya, jika masih belum ada dana, pihak panitia kan bisa mengumpulkan semua
seniman kemudian menyampaikan kepada para penabuh atau seniman yang terlibat