Penari Sintren di Brebes Didorong dan Dilecehkan Penonton - Suara M...
2 of 5
Cup 2023, Piala Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan Edy
Pantura Raya
Jawa Tengah
Supriyanto
Nasional
Internasional
Ekonomi
https://pantura.suaramerdeka.com/pantura-raya/068784138/penari-sintre...
Olahraga
Bola
Hiburan
Gaya Hidup
Otomotif
Lainnya &
Menurut Ketua Sanggar Aji Putra, Danaji alias Kabul, aksi
kekerasan itu terjadi pada Kamis (11/5/2023) saat kelompoknya
manggung di sebuah hajatan di Desa Tengguli Kecamatan
Tanjung.
Saat itu ada salah satu penonton yang menaiki panggung dan
merangsek pada saat pertunjukan berlangsung. Warga yang
berada di atas panggung mengira penonton itu hendak
menyawer sintren.
"Dikiranya itu mau melakukan sawer tetapi ternyata yang terjadi
adalah penonton yang diduga pelaku itu mendorong penari
sehingga terjatuh. Sang sintren pun mengalami luka memar di
bagian pinggang dan kaki terkilir," katanya, Minggu (14/5/2023).
Tidak hanya itu, lanjut dia, terduga pelaku rupanya tidak hanya
melakukan aksinya di ruang pentas tapi di beberapa adegan
pada saat kegiatan.
Terduga pelaku juga melakukan aksi pelecehan terhadap
penari lain dan aksi kekerasan terhadap anak dari pemilik
kelompok sanggar Aji Putra di lokasi hajatan tersebut. Kelompok
seni sintren ini merasa dilecehkan hingga akhirnya terduga
pelaku dilaporkan ke polisi.
Baca Juga: Hari Terakhir Pendaftaran Bakal Caleg, Parpol
Berbondong-bondong Datangi KPU Kota Pekalongan
Menyikapi insiden itu, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten
Brebes mendorong pihak kepolisian agar terduga pelaku
diproses hukum.
Ketua DKD Brebes, Wijanarto mengatakan, pihaknya mendapat
informasi adanya insiden tersebut pada Jumat malam.
Pihaknya menyayangkan adanya insiden terkait aksi
vandalisme dalam ruang berkesenian.
Menurutnya, kejadian itu menjadi catatan bagi semua pekerja
seni. "Ini menjadi catatan bagi semua pekerja seni dan kami
juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian dalam
menangani ini. Kami berharap peristiwa ini menjadi pertama
dan terakhir kalinya di Kabupaten Brebes."
"Setelah pandemi Covid-19, ini waktunya mereka bisa mencari
nafkah. Jangan sampai mereka mengalami problem yang
menjadi hambatan di dalam melakukan gelar berkesenian
yang menjadi tumpuan hidup mereka," pungkasnya.
Halaman:
1
2
Selanjutnya
Editor: Siwi Nurbiajanti
22/05/23 14.28