berpotensi menjadi saksi. “Pak, sudah mi, Pak. Mau ka pulang!” Bunga
menirukan kembali akhir tragedi itu.
Untuk berbalik arah menatap kembali wajah pelaku, ia bahkan tak kuasa.
Masih segar dalam ingatannya bahwa pelaku masih sempat berkata, “Satu kali
ji, Bunga.” ucapan bejat yang paling dibencinya, seusai semua tindak asusila
yang telah menimpanya.
“Di situ yang kurasa antara nangis ini diriku di hati kecilku, sama yang kayak
nda stabil ma,” ungkap Bunga mengenang mimpi buruk itu.
Ketika diwawancarai oleh Catatankaki (19/11/2024), Bunga mengaku bahwa ia
baru saja berani keluar rumah dan mulai bicara banyak. Sebelumnya,
terutama pasca kejadian, ia lebih sering murung, diam dan menyendiri. Selama
itu, Bunga juga tak pernah lagi menginjakkan kaki di kampus, kecuali untuk
memenuhi panggilan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
Seksual (Satgas PPKS) Unhas. “Mau ka saja injak fakultas gemetar sendiri ka,”
tuturnya.
“Nak, nda halusinasi jako karena ada traumamu?”
Beberapa hari setelah insiden itu, Bunga melaporkan pelaku kepada Satgas
PPKS Unhas pada tanggal 30 September 2024. Ia didampingi kerabat
terdekatnya serta dua anggota Komite Anti Kekerasan Seksual (KAKS) Unhas.
Mereka mendatangi gedung Rektorat Lantai 5, tepatnya di ruangan Farida
Patittingi selaku Ketua Satgas PPKS Unhas.
Dalam pengaduannya itu, ia menemui anggota-anggota Satgas PPKS Unhas.
Waktu itu, Farida Patittingi belum hadir. Pengaduan itu sekaligus juga
pemanggilan pertama Bunga untuk menceritakan kronologi kejadian bejat itu.
Kemudian, Bunga memenuhi pemanggilan kedua oleh Satgas PPKS Unhas
pada tanggal 8 Oktober 2024. Pada pemanggilan ini, selain dihadiri oleh
anggota-anggota Satgas PPKS Unhas, hadir pula Farida Patittingi. Selama
pemanggilan kedua, Bunga kembali dimintai keterangan mengenai kronologi
kasus yang telah dialaminya. Keterangan pelaku beserta saksi yang telah
dipanggil sebelumnya hendak dibandingkan. Diketahui, saksi yang telah
dipanggil sebelum pemanggilan ini adalah Akin Duli selaku Dekan FIB.
Dalam tahap pemeriksaan itu, Bunga sempat mendengar bahwa pelaku masih
belum mengaku. “Ini dosen yang kayak bilangki, ‘Nda mungkin pas jam
kejadian itu, karena saya pergi sholat.’ Terus dia juga bilang, ‘Ini anakmi yang
memang nda beres.’ Ini pelaku bilangi ka begitu,” ujar Bunga. Pada