menjaga orisinalitasnya, Catatankaki menghadirkan pandangan Bunga lewat
potongan sesi wawancara.
*Keterangan:
Catatankaki (CK)
Bunga (B)
CK: Dari kasus anda sebelumnya hingga segala keputusan Unhas saat ini, apakah
ada yang ingin anda sampaikan untuk Unhas?
B: Lembek ki. Dan mau ka bilang kalau ini kampus kayak dikasih jadi tempat
bisnis. Sampai sekarang saja pihak kampus tidak pernah angkat suara untuk
permohonan maaf sama saya. Itu Prof. Jeje (Rektor), tidak pernah angkat suara
untuk minta maaf atau bersuara dengan ini kasus. Kayak diam ji. Istilahnya
main polisi jako, terus tiba-tiba datang polisi ke rumahku, memangnya bagus?
Memangnya etis? Tanpa ada surat tiba-tiba datang, na kira ka kapang buronan.
Kita tongmi korban, kita tongmi didatangi polisi.
CK: Melihat adanya penangkapan mahasiswa secara serampangan, bagaimana
tanggapan anda melihat kampus hari ini?
B: Kalau dibilang bagus ini Unhas, bagus. Tapi kalau dibilang menyesal ka
masuk Unhas, menyesal ka.
CK: Alih-alih memecat pelaku, Unhas malah tebang pilih memecat mahasiswanya.
Bagaimana tanggapan anda?
B: Kayak tempat cari trauma memang di kampus. Unhas tidak terbuka untuk
dikritik tapi Unhas terbuka untuk tempat cari trauma.
CK: Apakah ada yang ingin anda sampaikan kepada pihak kepolisian?
B: Kalau ke pihak kepolisian, tolong lebih dipake hati nurani sama akalnya.
Apalagi pertama yang datang ke saya. Kedua itu yang kata-katanya penyidik itu
(baca: Tidak Ada Dialektika di Kampus Unhas-sebuah catatan penangkapan
jurnalis pers mahasiswa), yang kayak kau nda punya hati kah?
CK: Apakah ada yang ingin anda sampaikan kepada mahasiswa yang masih
memperjuangkan pemecatan pelaku dan ruang aman di Unhas?