BACA JUGA Butet Kartaredjasa dan Ratusan Tokoh Dukung Gugatan Kecurangan Pemilu ke MK Aksi Tolak RUU Pilkada di Yogyakarta, Butet Kartaredjasa Singgung Gerakan Pisowanan Ageng Namun, ia menilai seharusnya penghentian kriminalisasi karena penyampaian pendapat ini diberikan adil ke semua orang. "Tidak hanya untuk saya, tapi juga kawan-kawan yang bergerak ingin menegakkan demokrasi dan konstitusi seperti Aiman dan Palti Hutabarat. Semua harus dicabut dong," katanya. Dengan begitu, Butet menilai situasi akan jadi lebih kondusif, sehingga rakyat yang mencintai demokrasi dan konstitusi bisa menjaga Indonesia secara damai. Butet menyatakan, pembacaan pantunnya itu sebagai bentuk cinta terhadap Jokowi. Termasuk ketika beberapa guru besar dari perguruan tinggi di Indonesia yang belakangan vokal mengingatkan Jokowi. "Itu sebabnya, karena kami mencintai, kami mengingatkan dan mengkritik," ujarnya. Ia menyebut hal itu perlu dilakukan agar Jokowi tetap berada di jalan demokrasi dan tidak mengkhianati konstitusi. "Terima kasih Pak Jokowi, kita tetap berteman sebagai manusia. Tapi kalau Pak Jokowi dan kawan-kawan tetap tidak memedulikan demokrasi, maaf Pak, kita tetap berseberangan secara politik. Enggak masalah," kata Butet menyampaikan pesan ke Jokowi. Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar FX Endriadi menyatakan penyelidikan kasus Butet Kartaredjasa telah dihentikan. Keputusan itu diambil setelah kepolisian melakukan gelar perkara. "Selanjutnya menghentikan penyelidikan perkara tersebut," kata Endriadi ketika dihubungi, Selasa, 6 Februari 2024. Polisi juga telah meminta klarifikasi dari lima pelapor, yakni relawan Jokowi atau Projo.

Select target paragraph3