Menurut Ketua Lembaga Dewi Keadilan Sulawesi Selatan, Lusia Palulungan
dalam sebuah diskusi, rekaman CCTV itu hanya memperlihatkan pelaku
mematikan lampu di teras ruangan. Serta waktu korban masuk dan keluar
ruangan. Alhasil, bisa disimpulkan bahwa pelaku sengaja mematikan
lampu agar aktivitas di dalam ruangan tidak bisa terlihat dari luar.
Korban Masih Trauma
Korban kekerasan seksual kerap mengalami trauma fisik, psikologis, dan
emosional. Seperti tekanan mental, stres, post-traumatik, dan masalah
kesehatan mental lainnya.
Ketua Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan (YPMP) sekaligus
pendamping korban, Aflina Mustafainah, menjelaskan trauma masih
membayangi B.
“Korban alami trauma secara psikologis, dan masih berada dalam
tekanan,” kata Aflina, saat ditemui Konde.co di Makassar pada Rabu, 4
Desember 2024. Meskipun mengalami trauma, pihaknya menjelaskan B
tetap berkomitmen akan melanjutkan aktivitas pendidikannya.
B juga telah menceritakan kasus yang dialaminya pada media di
Makassar. Berita tersebut terbit pada 18 November 2024. Namun, Unhas
tidak segera menggelar konferensi pers, sehingga kasus ini menjadi
perbincangan di tengah masyarakat.
Selain itu, ada rekaman percakapan yang beredar melalui WhatsApp.
Menurut percakapan tersebut, anggota satgas PPKS Unhas perwakilan
mahasiswa—tempat korban melapor—malah mengirim pesan yang
menyesali tindakan B membongkar kasus kekerasan seksual itu ke media.
Anggota satgas tersebut mengirim pesan peringatan kepada B. Kira-kira
isinya mengatakan, jika kasus kekerasan seksual yang dialami korban
diungkap ke media, dosen yang menjadi pelaku tidak akan bisa naik
jabatan. Staf satgas tersebut pun terkesan meremehkan trauma yang
dialami korban.
Keputusan B untuk berbicara kepada media juga mendapat kritik.
Pasalnya, ada yang beranggapan bahwa tidak seharusnya korban
membocorkan proses pemeriksaan yang sedang dilakukan Satgas PPKS.
Namun Aflina sebagai pendamping punya pendapat berbeda. B
berinisiatif mengungkap peristiwa pelecehan yang dialaminya ke media,
kemudian melaporkan kasusnya ke Satgas PPKS Unhas. Ini karena B tidak
ingin ada korban lain yang mengalami hal serupa.